Sejarah Desa

Zaman dahulu Desa Kaliaman bernama Desa Tembelang, waktu itu setiap ada orang yang menyeberang sungai atau dalam bahasa jawanya Kali selalu hilang, atau hanyut. Lalu masyarakat merubahnya dengan nama Kalibedah, benar saja sejak itu tidak ada lagi orang yang hanyut di sungai. Akan tetapi nama Kalibedah justru membuat Sungai atau Kali tersebut selalu bedhah atau jebol terus. Setiap kali diperbaiki posisi jebol berpindah disebelahnya, hingga akhirnya petinggi atau kepala desa bersama masyarakat mengganti nama desa tersebut dengan nama Desa Kaliaman dan sejak saat itu hingga sekarang kali atau sungai itu aman tidak ada bencana. Desa Kaliaman terdiri dari beberapa dusun, seperti Kedung Sari, Dung Pakel, Kentengan, Jatianom, Njedeng, Mbacak dan lainnya. (http://sekitarpltutanjungjatib.blogspot.com/2017/03/desa-kaliaman-kecamatan-kembang.html)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Jepara, Statistik Daerah Kecamatan Kembang 2016, Desa Kaliaman memiliki luas wilayah 836,809 ha yang terdiri dari 6 RW dan 27 RT, dengan jumlah anggota Badan Perwakilan Desa 5 orang. jumlah Linmas 35 orang. Jumlah penduduk 7.330 jiwa terdiri dari 3.604 laki-laki dan 3.726 perempuan. Diantara potensi Desa Kaliaman adalah jajanan larut yang di buat dari kelapa, kesenian terbang telon dan tayub (fz)